Gunung Merapi Telah Melewati Fase Berbahaya

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Subandrio, memastikan Gunung Merapi Telah Melewati Fase Berbahaya. Tapi status Merapi masih tetap awas karena masih terjadi erupsi.

"Merapi memang masih erupsi, tapi intensitasnya sudah menurun sejak dua hari terakhir. Tidak sebesar sebelumnya, dan awan panas yang keluar jangkauannya tidak terlalu jauh," ujarnya saat dihubungi salah satu media massa, Selasa 9 November 2010 .

Menurutnya, sangat kecil kemungkinan akan terjadi letusan besar yang mampu mengeluarkan bahan material melebihi 100 juta meter kubik.

"Jadi bisa dipastikan kalau Merapi sudah melewati fase berbahaya," ujarnya.

Namun saat ini status Merapi masih tetap awas. Zona sterilisasi juga masih dalam jarak 20 kilometer. Ditambahkan, aktivitas Gunung Merapi pada 2010, memang sangat berbeda dengan letusan 100 tahun terakhir.

Karena letusan melebihi letusan yang terjadi pada 1872. Dimana Merapi mengeluarkan lebih dari 100 juta meter kubik dengan suara gemuruh melebihi 60 kilometer dan melewati masa getaran lebih dari lima hari. Dengan kecepatan injeksi magma dari kedalaman 6 kilometer sebesar 25 meter kubik.

Subandrio juga memastikan kalau gempa yang terjadi di Bantul siang tadi, tidak berpengaruh pada aktivitas Merapi. Karena sumber magma di Merapi berasal dari kawasan Imogiri.

"Sampai saat ini, gempa siang tadi tidak ada pengaruhnya terhadap Merapi," ujarnya. Demikian informasi dari Yoursmiless tentang Gunung Merapi Telah Melewati Fase Berbahaya.