Pemimpin negara di masa mendatang

Lembaga survei diminta tidak membenamkan kalangan muda untuk menjadi pemimpin negara di masa mendatang. Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Priyo Budi Santoso. Pernyataan Priyo itu menyikapi rilis terakhir Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang mengklaim melakukan jajak pendapat dengan hasil yakni rendahnya dukungan publik terhadap politisi muda sebagai calon Presiden 2014. Menurut LSI, Angka dukungan publik tak sampai 3 persen.

Selain itu, citra politisi muda rendah di mata publik. Hanya 24,8 persen responden yang menilai baik kiprah politisi muda. Citra politisi muda, menurut LSI, dirusak berbagai faktor di antaranya masalah hukum yang menjerat politisi muda. Saya geleng-geleng mengapa kok sampai seceroboh itu menyampaikan itu (hasil survei). Meskipun demikian, kita hormati saja," kata Priyo menyikapi survei LSI di Komplek DPR, Senin (31/10/2011). Penilaian Priyo itu lantaran LSI mengarahkan survei pada para pengurus partai politik maupun menteri berusia muda yang tengah bermasalah. Padahal, kata dia, kasus yang dituduhkan kepada mereka belum tentu terbukti.

Hasil survei lalu mengeneralisasi semua kalangan muda. Padahal, lanjut Priyo, masih banyak kaum muda berpestasi di berbagai lembaga negara, partai politik yang tidak terpantau lembaga survei. "Atau sengaja tidak dilirik. Padahal mereka sudah bekerja keras," kata Priyo. Meski demikian, situasi itu dapat dijadikan momentum bagi kaum muda maupun lembaga survei untuk intropeksi. "Yang dikemukakan (lembaga survei) ini menentang kehendak alam adanya alih generasi. Meskipun, saya berpendapat di 2014 merupakan kesempatan terakhir bagi generasi senior untuk berlaga lagi. Kita beri kesempatan," pungkas politisi Golkar itu.