Kondisi perekonomian masyarakat di Kelurahan Margahayu

Kondisi perekonomian masyarakat di Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, dianggap cukup mengkhawatirkan. Sebab, di wilayah itu banyak keluarga miskin yang membutuhkan bantuan beras miskin (raskin). Namun, pemerintah setempat belum bisa mencukupi bantuan raskin di wilayah timur kota Bekasi itu. Setiap tahun, jumlah keluarga miskin di daerah itu terus melonjak.

Dalam tiga tahun terakhir, Pemerintah Kota Bekasi mencatat, jumlah keluarga miskin di Kelurahan Margahayu tidak menunjukkan peningkatan kemampuan perekonomiannya. Hal itu disampaikan Lurah Margahayu, Muhamad Yunus, Jumat 18 November 2011. Yunus membenarkan, masih banyak keluarga miskin di wilayahnya yang membutuhkan raskin. Berdasarkan data, dari 2008 hingga saat ini, Kelurahan Margahayu hanya memperoleh raskin sekitar 22 kilogram.

Raskin tersebut didistribusikan kepada 1.435 Kepala Keluarga (KK) di 12 RW yang ada di wilayah tersebut. "Jumlah KK tersebut didapat dari sensus penduduk 2008," ujarnya. Menurut dia, jumlah KK yang membutuhkan raskin di wilayah setempat tidak sesuai dengan hasil survei kependudukan tersebut. Menurut Yunus, wilayahnya membutuhkan sekitar 40 ton beras raskin setiap bulan untuk KK yang tercatat sebagai warga miskin. Pemkot hanya mampu menyalurkan sebanyak 21,5 ton," katanya.

Salah satu penyebab pemerintah tidak bisa memberikan bantuan tersebut karena jumlah raskin yang tersedia untuk warga Margahayu terbatas. Karenanya, dia melanjutkan, pihaknya melakukan strategi agar warga di wilayahnya mendapatkan jatah raskin yang tersedia. Hal itu dengan menerapkan sistem pemberian bergilir kepada warga miskin yang membutuhkan.

Bila warga di salah satu RW bulan ini sudah mendapatkan bantuan, menurut dia, pada bulan berikutnya warga itu tidak mendapatkan jatah raskin lagi bulan berikutnya. Berbagai upaya untuk meningkatkan potensi perekonomian warga sudah dilakukan. Salah satunya dengan pembentukan kelompok usaha bersama. "Namun sejauh ini hasilnya belum maksimal," kata dia.