John Key Hari Ini Datang ke Indonesia

Perdana Menteri Selandia Baru, John Key hari ini datang ke Indonesia untuk melaksanakan kunjungan resminya selama tiga hari. Salah satu agendanya, menyaksikan penandatanganan MoU antara Garuda Indonesia dengan Auckland Airport, Senin (16/4).

Perjanjian itu ditandatangani oleh Emirsyah Satar sebagai President & CEO Garuda Indonesia dan Joan Withers, Auckland Airport Chairs. Selain disaksikan John Key, Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan juga hadir menyaksikan penandatanganan tersebut.

Salah satu poin dalam perjanjian itu, menyangkut komitmen pembukaan penerbangan antara kedua negara melalui bandara Auckland, dukungan pelaksanaan promosi bersama, serta pelaksanaan berbagai event untuk meningkatkan traffic turis antara kedua negara.

Hubungan Indonesia dengan Selandia Baru memang terus membaik. Tercatat selama 2007 hingga 2011 lalu, nilai perdagangan kedua negara meningkat rata-rata 15 % tiap tahun. Adanya kerja sama kali ini membuktikan komitmen Garuda Indonesia untuk mempererat hubungan diplomatik antar negara.

Selain dengan Selandia Baru, hubungan baik yang telah terjalin melalui Garuda Indonesia juga tampak pada peringatan 50 tahun penerbangan Indonesia ke Jepang. Untuk memperingatinya, Jumat (13/4) lalu Garuda Indonesia mengadakan gala dinner. Acara itu diselenggarakan di Grand Ballroom Ritz Carlton Hotel Tokyo, dan dihadiri perwakilan pejabat pemerintah Indonesia, Jepang, serta para relasi Garuda di Jepang.

Sejak melayani jasa penerbangan ke Jepang 13 Maret 1962, hubungan Indonesia dan Jepang makin meningkat. Saat itu, rute penerbangan dilakukan dari Bandara Kemayoran, Jakarta menuju Bandara Haneda, Tokyo, via Hongkong. Jenis pesawat yang digunakan adalah Lockheed L-118 Electra dengan konfigurasi kurang lebih 100 tempat duduk.

Tahun 1990, Garuda Indonesia melayani rute penerbangan ke Fukuoka dan Nagoya. Selanjutnya, tahun 1994, rute penerbangan bertambah dengan Jakarta – Asoka. Hingga kini, pelayanan penerbangan dari Indonesia ke negeri sakura itu bisa melalui Jakarta dan Denpasar, dengan tujuan tiga kota besar, yakni Tokyo, Osaka, dan Nagoya. Mulai 27 April mendatang, rute itu akan ditambah dengan Denpasar – Haneda.

“Penerbangan perdana 50 tahun lalu, memiliki arti penting bagi hubungan Indonesia dan Jepang, karena telah meningkatkan hubungan ekonomi dan mempererat hubungan budaya antara masyarakat Jepang dan Indonesia,” kata Emirsyah Satar, President & CEO Garuda Indonesia dalam sambutannya saat gala dinner di Tokyo.

Sebagai bukti costumer loyalty Garuda pada penumpang, layanan penerbangan ke Jepang juga dilengkapi layanan “Immigration on-Board”. Dengan itu, penumpang dapat melakukan pengurusan dokumen keimigrasian berupa pemberian visa on arrival di atas pesawat.