Penolakan Penggusuran Pedagang Kaki Lima

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Sulsel menyatakan penolakannya atas penggusuran pedagang kaki lima (PKL) oleh pemerintah kabupaten/- kota demi kepentingan perusahaan atau pemodal besar Karena itu, pemerintah kabupaten/ kota di Sulsel untuk tidak menyingkirkan dan meminggirkan PKL yang tersebar di sudut-sudut jalan.

Ketua DPD APKLI Sulsel, Ali Mahsun mengungkapkan, para PKL harus didukung penuh oleh pemerintah. Pasalnya, keberadaan mereka dianggap memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi di suatu daerah. Pihaknya bahkan siap membela para PKL yang merasa hak-haknya dirampas oleh pemerintah daerah, terlebih digusur untuk kepentingan perusahaan- perusahaan besar.

“Kalau ada penggusuran di Sulsel, saya yang akan pimpin langsung pembelaan untuk mereka (PKL). Kita berharap agar pemerintah daerah tetap melakukan penataan yang baik serta melakukan pemberdayaan terhadap para PKL ini,” jelas Ali Mahsun, usai penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan kabupaten/kota dan pelantikan pengurus APKLI Sulsel di Gedung Yayasan Darussalam, Sudiang, Makassar.

Sementara itu,Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang menyebutkan, jumlah PKL di setiap kabupaten/ kotamencapai 5.000 hingga 6.000. Sedangkan untuk Kota Makassar, mencapai 15.000 unit PKL. Keberadaan ribuan PKL tersebut juga menunjang keberadaan 52 pasar tradisional yang hampir merata di setiap kabupaten/kota.

Mantan Ketua DPRD Sulsel ini mengaku, kondisi perekonomian Sulsel yang selama ini mengalami kemajuan, tidak terlepas dari suatu sinergitas pemerintah dengan sejumlah unsur, termasuk PKL. Karena itu, kata dia, keberadaan PKL perlu ditunjang dengan regulasi, kebijakan yang tepat, serta internal organisasi yang kuat agar menjadi prime mover dan motivator dalam akselerasi pembangunan daerah. Keberadaan APKLI Sulsel yang baru dilantik ini di-harapkan mampu menjadi mediator dalam penyelesaian masalah PKL, seperti yang tercermin dalam tugas pokok APKLI,” imbau Agus dalam sambutannya kemarin.