Kado Kemerdekaan Indonesia Dengan Film JENDERAL SOEDIRMAN

Nama Panglima Besar Jenderal Soedirman sebagai pimpinan perang gerilya di masa Agresi Militer Belanda II diakui dunia sebagai perang gerilya paling berhasil. Sebagai bentuk penghormatan, kisah perjuangan sang pahlawan diangkat ke layar lebar dengan judul JENDERAL SOEDIRMAN. Sebuah film anak bangsa tentang perjuangan seorang pejuang.

Viva Westi, sutradara film MURSALA ini mencoba mengaplikasikan perjuangan Jenderal Soedirman. Niat baik Viva tidak sia-sia karena film ini mendapat dukungan penuh dari Markas Besar TNI AD. TNI bahkan siap membantu dalam proses pengerjaan film.

"Film ini lebih menceritakan perjuangan gerilya beliau. Karena setelah membaca draf satu, gerilya Pak Dirman sangat luar biasa. Satu paruh di perjalanan bisa selama 7 bulan. Dan ini tingkatnya sama dengan love story," ujar Viva saat jumpa pers di Balai Sudirman, Menteng Dalam, Jakarta Selatan.

 Dari film ini, Viva ingin mengajak anak-anak muda mengedepankan jiwa patriotisme seperti yang dilakukan seorang Jenderal Soedirman. Memang penting sekali menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini. Apalagi banyak anak muda jaman sekarang yang kurang tahu dengan perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan.

Viva juga menambahkan tak akan ada cerita cinta dalam karyanya. "Film Ini tidak ada love story, seperti halnya film lainnya. Love story lebih kepada sikap seorang Sudirman mencintai tanah airnya. Tapi saya tidak egois, akan ada sosok perempuan, istri jendral Sudirman ada, tapi tidak akan kita masukan secara besar," kata Viva lagi.

Menurut rencana film ini akan tayang pada bulan Agustus 2015 mendatang. JENDERAL SOEDIRMAN juga sekaligus sebagai kado kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70. Sebuah kado spesial bagi bangsa Indonesia.