Pelaksanaan Kejuaraan Piala Presiden

Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) berencana memindahkan pelaksanaan Kejuaraan Piala Presiden yang awalnya diagendakan di Makassar ke Palembang, Sumatera Selatan, April 2015.

Sekretaris Jenderal PP Pertina Martinez Dos Santos, saat dihubungi dari Makassar, Kamis, mengatakan salah satu alasan yang membuat pihaknya memindahkan pelaksanaan karena lokasi pertandingan yakni Balai Prajurit TNI M Jusuf, Makassar, Sulsel, sedang digunakan untuk acara yang lain pada waktu tersebut.

"Tempatnya penuh saat itu. Kami juga masih akan menunggu kondisi terakhir namun kemungkinan besar memang jadi dipindahkan ke Palembang," katanya.

Terkait lokasi alternatif yang ada di Makassar, dirinya mengaku belum mengetahui kondisinya apakah layak atau tidak layak untuk menjadi arena pertandingan.

"Untuk kepastiannya kita tunggu Ketua Umum PP Pertina Reza Ali. Hanya saja jika melihat perkembangannya sejauh ini memang kemungkikan besar pelaksanaannya tidak di Makassar," jelasnya.

Ketua Umum PP Pertina Reza Ali, sebelumnya mengakui jika pelaksanaan kejuaraan tinju Piala Presiden diagendakan sebelum SEA Games Singapura.

"Untuk pelaksanaan Piala Presiden kita rencanakan sekitar April-Mei 2015. Kami sebelumnya merencanakan pertengahan tahun ini, namun karena ada agenda pilkada dan pemilu sehingga tidak bisa dilaksanakan," ujarnya.

Menurut dia, pelaksanaan Piala Presiden yang merupakan satu-satunya di dunia itu oleh federasi tinju amatir dunia AIBA diminta dilaksanakan dalam empat tahun sekali. Namun PP Pertina berniat menggelar setiap tahun meski akhirnya tidak terjadi akibat banyaknya agenda kejuaraan dunia.

Untuk pelaksanaan Piala Presiden yang ke -22 itu telah mengundang sebanyak 30 negara diantaranya Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Korea Selatan, Jepang termasuk Kuba.

"Rencana awalnya kita agendakan gelar setiap tahun namun karena banyak agenda sehingga diputuskan dua tahun sekali. Untuk pelaksanaan 2014 ini kita pindahkan ke April atau Mei 2015,"jelasnya.

Kota Makassar, Sulsel, sebelumnya dipilih sebagai tempat pelaksanaan kejuaraan internasionel tersebut, karena sejak pelaksanaan Piala Presiden, belum pernah dilaksanakan di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Keputusan PP Pertina juga sekaligus dimaksudkan untuk memperkenalkan kota Makassar dan Sulsel kepada masyarakat dunia.